Kumpulan Goresan Pena (puisi1)

23-Augst-2007 (Thursday)

kebodohanku

Apa ini hanya untuk mengalihkan perhatiannya

Coba lari dari kenyataan yang ada

Apakah pilihanku ini salah

Merusak hubungan yang sudah lama terjalin

Relakan sahabatku untuk menderita

Menepis angan yang dipendamnya

Tapi dia salah mengatikannya

Mengapa ku biarkan saja itu terjadi

Ah…… bodoh ….

Boleh saja kau rebut cintanya

Haruskah ku rusak persahabatanku ?

Jujur ataukah dusta aku pada dirinya ?

My best friend

Dia ada dikala gundah melanda

Dia ada memberi cahaya diantara keredupannya

Beri ceria waktu sedih dibalik itu

Aku rindu, ingin kubersamanya seperti dulu

Miliki dirinya, aku tak bias sepenuhnya

Relung hatinya … tak ada celahnya untukku

Mimpkah aku selama ini

Berharap dia dating beri cinta

Ku pikir aku salah miliki perasaan ini

Hati tak bias dustai tingkahku

Lupakan saja …

Anggap tak terjadi …

Kebohongan

Ada kebahagiaan yang dating lewat kata-katanya

Ada kerinduan yang hadir dihembusan angin malam ini

Aku merasakan cinta tapi bukan dengan dirinya

Tak usahlah kupikirkan itu

Jalani saja … siapa tahu itu keberuntunganku

Kenyataan itu buruk atau baik

Yang jelas aku telah meniti kebohongan

Miliki kisah baru dan lembar baru

Menyibak tirai, hampa dihati

Lihat diriku lihat hatiku

Manisnya … tapi bertumpah nista

Pahitnya … meliputi bahagia yang semu

Sebelum cahayanya hiasi relung hati

Uraikan makna cinta sesungguhnya

Aku telah jalani kisah ini

Akankah ini menuai benih kebahagiaan

Awal

Awal cerita cinta dimulai dengan benci

Pengertian dan kesabarannya buka hatiku

Mengubah pendirian goyahkan perasaan

Tapi itulah aku …

Campur adukkan khayalan dan kenyataan

Bukannya aku egois

Tapi haruskah menunggu selama ini

Tanpa kepastian dalam kebimbangan

Pilihan hatiku jatuh pada dirinya

Semoga ini pilihan terbaik untukku

Pertama dan terakhir cintaku dengannya

Hanya dengan dia dan dia …

Dirinya

Engkau pujaanku engkau pelindungku

Beri kehangatan dikala kebekuan hati

Ceriaku ada bersama dirinya

Bisikku hanya terdengar oleh nya

Bias dirimu ingin kupeluk erat

Biar kita bias rasakan hangat bersama

Jujur aku sayangi dirimu

Kau lengkapi ruang-ruang dihatiku

Kembali

Sayap-sayap kecil itu

Perlahan mengutuki dirinya

Mencoba lari dari kehidupan

Menghapus semua perih ini sendiri

Aku yang dulu mampu sinari hatiku

Kini tak mampu beri terang

Tetesan embun yang sejukkan hati

Ternyata berubah menjadi tetesan darah

Adakah segelintir harapan untuk diriku

Atau hanya pikiran kosong tanpa makna

Sayang

sayang aku tak mampu menatap lekat matamu

Sebab aku takut akan ada cinta lain

Sayang aku tak mampu ungkap sayang dihadapan dirimu

sayang … aku tak mampu jadi seperti yang kau impikan

sebab kau telah memilih dan itulah jalannya

jalan berliku yang akan kita hadapi

jalan persimpangan yang menentukan

sayang jangan kau rubah pendirianku

sebab rasa saying ini telah kau miliki sepenuhnya

dan cintaku akan kupersembahkan untuk dirimu seorang

jangan biarkan oranglain merenggut dirimu dari ku

rasa percaya ini kadang tak mampu bendung kekhawatiranku

entah ada bisikan apa yang menyatakan kau bohong dengam diriku

ku inginkan kata mngerti dibalik diamku tersimpan ketak percayaan.

Mimpi

Ada mimpi yang tak mungkin tercapai dialam nyata

Melayangkan sejuta pandang tak bertuan

Tumpahruah menytukan asa

Serasa alam nyata tetapi itu adalah khayalan

Bayangkan dia ada disini sekarang

Kau pandangi lekat matanya dan senyumnya

Bayangkan genggaman tangannya

Membalikkan jiwa yang haus akan cinta

Pilihanku

Pilihan itu menjtuhkan semua anganku

Engkau punya pesona tersendiri dihatiku

Tetapi seolah kau malah menjauh dari diriku

Imajinasiku seakan lepas tak tentu arah

Hanya kepada engkau kusandarkan raga dan hati ini

Karena dirimulah yang mampu menghlangkan kenangan dimasalalu ku

Hanya kepadamu lah ku larikan imajinatifku

Sebab dirimu menjadi tiang pendirianku

Coople HunnY (080208)

Cinta memang indah, tetapi dibalik keindahan itu

Tersimpan sejuta kesuraman yang aku tak tau

Seakan aku mendambakan cinta yang harus mengalir dari bibirnya

Tulus, ungkapkan seperti yang tersimpan dihatinya

Aku pengkhayal ulung yang mencari cinta

Dan dia datang bawa manisnya cinta

Aku benar-benar telah terhipnotis kala bersamanya

Dan akupun tak sanggup menatap indah matanya

Satu hal lagi yang akan segera aku sadari dari semuanya

Aku tak mampu untuk kehilangan dirinya

Yang akan sinari hari-hari bersamanya

Aku mencintainya dengan sebobroknya cinta yang kuketahui

Dan aku tak menyadari dirinya hadir bingkiskan sejuta pesona

Embun menyibak pagi

Coba lihat air hujan turut membasahi pagi

Embun seolah diam dikalahkan hujan ini

Embun hanyalah sebatas embun diam bisu

Mirisnya hati ini turut tersaput oleh hujan pagi ini

Aku diinjak orang sudah tak menghargai aku sebagai embun

Aku diremehkan apalah arti setetes embun pagi

Mungkin tak mampu legakan hausmu

Daun-daun turut membasahi pagi …

Dikala sang surya belum ingin mengambil permataku

Burung-burungpun Cuma berkicau

Tanpa mengerti keterbatasan yang aku punya

Aku ingin seperti dirimu … hujan

Keterbatasanku membuat aku rendah diri

Apa yang dapat aku banggakan

Sang suryapun enggan mengerti diriku

Luka di jalan ini

Jalanku sekarang ada dipersimpangan

Ak ingin terus tetapi harimau menghadang

Aku belok. Namun ada dua pilihan

Aku bingung … sesulit inikah jalan hidupku

Mirisnya hatiku telah beri luka berkepanjangan

Kapan ada yang bias mengobatinya

Memberikan jalan yang terbaik tanpa beri luka

Pilihanku sekarang bukan ada pada dia hanya pada diriku

Butakan cinta untuk orang lain

Kau bilang aku buta …

Kau bilang aku orang yang paling egois

Kau bilang aku cewek yang aneh

Kau bilang sku orang yang terlalu menuntut kesempurnaan

Dimana nuranimu sekarang, aku buta karena dibutakan cintamu

Egois… ingin miliki dia dan hatimu seutuhnya

Dimatamu keanehanku bagai sebuah debu tak berarti

Kesempurnaan bagiku adalah penebus kesalahanku dimasa lalu

Malam dalam kerinduan

Sejenak aku larut diantara keheningan malam

Rembulan beri cahya, diam tanpa makna

Hanya ada deru angina mengibas cakrawala

Kehidupan terus menghantui kisah kelam

Deburan gelombang menghembus banyu kedepan

Seakan menyerah terus mengalah mengikuti dirinya

Bayangan dirinya muncul mewakili remang cahya lampu

Perhatikan dia ada gurat rindu dimatanya

Kebisuan dimalam ini turut buat sedih sang bintang

Sebab dia tak bisa hadir karena kabut menutupinya

Kabut hitam yang selamanya tak bisa menyatu

Bintang tak bersedih aku akan tetap menantimu dengan setia

Bayang masa laluku

Bantu aku buang semua beban ini

Karuhnya bagaikan menaruh kehampaan

Aku tak bisa kembali kemasa laluku

Masalalu yang mampu mengikis semua kesedihan

Tak mampu lagi aku mengurai tawa

Hanya ada penantian dan berharap dia akan menjemputku

Akankah itu terjadi tepatkah khayalanku

Berjalan dihadapan ku merubah semua bagai dongeng

Kini aku taka menyadari akan kelemahanku

Dia takkan hilang dari ingatan dan hatiku

Hanya dia merubah isi dari relung hatiku

Dialah yang beri warna dan harumnya cintaku

Sayang denagrkan aku

Aku putus asa sayang

Aku tak mampu menyembuhkan luka ini sendiri

Aku kecewa sayang

Rasanya aku terombang ambing dilautan cintamu

Aku berubah sayang

Seakan kau orang yang mampu lukiskan luka dikanvas cintaku

Perasaanku seakan terkoyak oleh penantian tak berujung

Aku menuai cinta tetapi aku sendiri tidak tau bagaimana menyimpannya

Ditenunnya engkau dengan benang emas tetapi kekusutan diselanya

Tapi engkau tak pahami semua itu… takkan pernah

What’s love ?

Sekarang aku mengerti apa itu cinta …

Dia yang leburkan besi diantara kekrasannya

Dia yang beri warna pelangi tepat indah tanpa cela

Dia yang mampu tuliskan segala hal yang bagiku sangat mustahil

Dia yang mampu buat riak di hempasan gelombang laut

Cinta tanpa torehkan getah yang mampu sakiti jiwa

Cinta, beri aliran baru diseluruh urat sarafku

Cinta, dan kesetiaan bagai hembusan angina kesejukan

Cinta bawa lilin tanpa beri lelehan dibadannya.

Go to home

Aku mengalami masa peleburan cinta

Dikala ingin melupakan dia datang mengemis cintaku

Sudah dia datang … kau berpaling kembali

Jangan salahkan aku bila tak temu pandang dengan mu

Ada masa-masa indah tapi hanya sebagai kenangan

Dan kaupun mungkin tak mengingatnya kembali

Atau malah menguburnya dalam sebuah penantian

Menyerah hanya jadi awal kebencianku

Dikala itu semuanya terasa indah tapi semu

Kapan itu hanya sementara diantara kehidupanku

Anggap saja itu semua awal pisah kita

Dan biarkan kita berjalan menurut garis cinta masing-masing

(Diantara)

Aku diantara temaramnya cahya nan tiada

Menyembunyikan luka lama berbekas

Takdir seolah memisahkan cintaku dengannya

Menyiratkan cinta lewat mata hati

Cinta Kilat

Apa itu sentuhan pertama dengannya

Entah apa terjadi setelah itu

Apa saja yang dirasakan setelah bertatap mata dengannya

Ada sejuta cerita yang tak sanggup Ku tuangkan

Dan ketika semua sudah berlalu

Sejuta kenangan itu kembali torehkan cerita lama

Dan dialah yang kan menjadi pengganti dirimu

Biarkan saja ini bergulir seiringnya waktu

Sebab engkaupun Cuma bisu, diam, terpana …

Entah apa yang telah kau rasuk dijiwaku

Engkau menjadi puncak pemikiran dalam jiwaku

Dan dia tetap diam … padahal dia tahu

AKU MENYAYANGINYA

Aku kehilangan dirinya

Dimana saatnya aku bercanda

Dimana saatnya aku tertawa lepas

Hanya ada riang, gembira berdua

Ada sesuatu yang hilang dari diriku

Aku kehilangan arah dan kendali

Tanpa dirinya aku bagai mobil tanpa rem

Didekatnya ada kebahagiaan yang terpancar dari dirinya

Mimpikah aku dalam buayan hangatnya

Kepercayaanku memudar kala menatapnya

Ada bekas kebahagiaan dikala itu

Aku tak sanggup untuk mengikis cinta dengannya

Kupu-kupu

Kupu-kupu yang cantik secantik awan biru

Bantu aku beri pesan cinta kepadanya

Kokohkan sayapmu agar aku bisa hidup dalam kepastian

Kupu-kupu kepakkan sayapmu hingga kepakan terakhirmu

Bayang-bayang dirinya tak bisa melebur hingga kini

Entah pertanda apa, tapi inilah sekarang

Aku pinta kepadamu kupu-kupu bersayap mungil

Tujuanmu ada bersama kepingan puing-puing cintaku

Kupu-kupuku beri aku senyuman teraknir

Biar Ada lega dihatiku yang menanti

Agar ada obat dikala aku menunggu kedatanganmu

Wahai kupu-kupu ingatlah selalu pesanku

Dimana dia

Angin uraikan apa yang ada dihatiku padanya

Biar dia tahu apa yang aku pikirkan

Kadang terasa bodoh dan dungu otakku

Apalah daya ke terus memikirkannya

Tak mudah melupakan indah bolamatanya

Indah senyumnya, seindah untaian kata yang dilantunkanya padaku

Kadang terasa bodoh…

Mengapa waktuku harus ku sia-siakan

Tampangnya tak seindah yang kubayangkan

Cinta… apa itu cinta ku telah bosan dengannya

Dia melupakanku… entah sedang apa dia sekarang

Cinta, busyit dengan cinta yang telah menipuku

Merangkai kata semanis madu tetapi pahit dihati

Rindu membayangi cinta

Kesedihanku muncul kemmbali menguak kisah lama

Terkenang kata-katanya beri kekuatan

Hanya dia yang dapat beri tenang dihati ini

Entah apa tetapi sang jarak tak mendukung langkahku

Tangisanku tak ada yang hentikan

Disaat dia ada, tak ada istilah sedih dikamusku

Yang aku kenal hanya bahagia

Tetapi duka sekarang kan ku tanggung sendiri

Mengapa ia dijauhkan dari diriku

Waktu pertemukan kembali aku dengannya

Agar aku dapat tumpahkan seluruh isi hatiku padanya

Biar aku pupus hampa yang selama ini melanda diriku

Pupus

Rentetan alur ceritaku

Menoreh luka pada kanvas sang pelukis hati

Menyayat hati pada puisi sang pujangga

Memanah lepas kepada sang pencinta

Jauhi aku dan hentikan aliran nafas ini

Biar hilang perasaan ini padamu

Yang biarkan jantung ini berdetank untukmu

Biaskan saja pada sang pelangi

Sebab akulah pelangi menyibak warna

Akulah mentari pagi beri kehidupan

Akulah embun yang beri sejuk padanya

Akulah remaja bawa cerita pada kekasihnya

My Sad

Perih jiwa ini meniti jembatan cinta

Bersemayam diantara janji-janji pengorbanan

Yang seakan meleleh menjadi lilin tanpa nyala

Kemauan yang ada sudah terkoyak oleh dustamu

Desingan peluru tembus ke rongga hatiku nan suci

Desiran anginpun tak mau kalah turut mengikis perih

Adakah sebertik harapan mampu keringkan luka ini

Penyesalan berkepanjanganmerenggut bahagiaku

Gambaran gurat kesedihan selalu terlihat diwajah ini

Wahai cinta isilah kembali hati ini

Dengan embun-embun yang mampu ceriakan pagi

Bersama mentari beri pesona dihari ini

(…)

Ditengah putaran roda hati

Ia turut pula mengisi udara didalamnya

Tapi hari ini udara itu meracuniku

Menuntut keadaan awal kepadaku

Seakan baru saja kau tersenyum manis kepadaku

Tapi sekarang hilang, menghilang di balik kabut pagi

Seakan baru kemarin kau bercanda riang denganku

Tapi mengapa sekarang berganti duka

Kenapa anggap aku patung nan patuh padamu

Setelah kau beri apa yang wanita inginkan sebagai wanita

Kau perlakukan dia laksana ratu

Dan sekarang kau diamkan dia seperti patung

Aku tahu tak mudah mengungkap itu

Apa gunanya sekarang toh sudah terlambat

Kau jauh terbatas waktu jumpa denganku

Sudahlah tutuplah lembaran ini

Adakah Ia

Coba bingkiskan aku hdiah yang mampu lupakanmu

Coba rayu aku agar aku muak padamu

Coba buat aku bahagia agar air mata ini tak tumpah karenamu

Coba beri pelkan terhangatmu agar aku hilangkan bayangmu dari memoryku

Adakah tak kau cipta air mata untukku

Adakah mimpi yang jadi nyata setelah denganmu

Adakah bahagia yang kulalui dengan bersamamu

Tak ada hanya luka, luka terdalam yang kau toreh dihatiku

Mampukah kau pikirkan aku disaat gundahku

Mampukah kau beri aku tenang disaat asa mulai pupus

Ada maaf yang akan selalu ku tunda untukmu

Dan tak akan pernag terucap untuk semua kesalahanmu

Air hujan

Air hujan dikala itu turut jadi saksi

Sebuah saksi bisu kebersamaan kita

Air hujan pula yang beri kesejukan pada kita berdua

Meniti kasih diantara kebisuan

Air hujan pula yang saksikan perpisahan kita

Dengan senyum anggun menyipuku

Kau bisikkan hatiku dengan kasih sayang

Hadirkan cinta disanubariku

Dan mungkin air hujan itu pula yang mengerti

Saksi duka mendalam dibatinku

Ingatkah kau akan cerita-cerita kita ini

Ataukah kau kubur selamanya…

Kala Itu

Telapak tanganmu menyatu denganku

Menuangkan arti sebuah cerita cinta

Peluk hangat tubuhnya beri warna

Menebar senyum kala berdua dengannya

Matanya beradu pandang dengan mataku

Menyiratkan kisah yang sempat tertunda

Mewujudkan kasih hanya sebagai angan

Dia … dan aku punya sentuhan dalam satu wadah

Terlanjur rapuh pula jalinan cintaku

Terlanjur rapuh pula untuk mengayamnya

Tapi suara hati ini telah memilihnya

Dingin

Dingin yang menusuk tulang dipagi ini

Tak sebanding dengan dingin yang kau beri padaku

Tanpa cahaya dan tanpa kehangatan

Aku tak mencari apa itu cinta

Syahdu getar suaramu

Tak mampu berikan nyanyian surga untuknya

Kesejukan embun pagi

Tak mampu sejukan hatiku yang luka

Bukan aku ingin lupakan bayang dan senyummu

Tapi niatku hanya ingin mengukir sebuah cerita baru

Tanpa menghadirkan kembali dirimu

Cerita lama

Literatur kehidupanku bagai rekayasa

Meski aku inginkan dirinya

Tapi aku sudah tak mampu mengukir cinta dihatinya

Meki sudah berjuta luka ditorehkannya

Benteng diri inipun tak bisa manghalau musuh

Musuh yang nyata berupa rangkaian kata lembutku

Bertahan rasanya sudah letih aku bertahan

Dari semua rasa yang kudambakan

Semua kisah ini akan aku simpan dihati

Biarkan saja aku dan kau yang tahu cerita ini

Membuka lembaran untukmu takkan ku ulang kembali

Meski aku beri apa yang kau ingini

Meskipun nafas ini merupakan lentingan nafas terakhir

Detak jantung ini hentikan peredaran darah

Perjuangan ini takkan lepas dan terhenti

Walau kenyataannya seperti ini

Waktu

Pikiranku menembus cakrawala waktu

Memimpikan peristiwa manis diwaktu dulu

Mnerbangkan angan diantara putaran waktu

Memilih bayang semu dirinya

Apakah ada yang salah dalam diriku

Kau pikir itu wajar nyatanya salah

Apakah aku terus mengarungi mimpi-mimpi itu

Atau menghentiaknnya dan detakan sang waktu

Rasakan letih yang menyerang jiwa

Ataukah dia, kenapa aku begini

Tau kah dia apa sebabnya aku jadi orang tanpa arah dan tujuan

Tak usahlah dia tahu dan aku akan meniyimpannya sebagai rahsia

Kenanganku tersaput angin

Angin cinta nan buta

Miliki pesona berjuta godaan

Apakah angina itu merupakan kebahagiaan

Sempurna tanpa kesan itulah dia

Menyurutkan ingin bagi diri yang nista

Pilihannya tak pernah jatuh padaku

Lebih baik aku mengalah tanpa sebab padanya

Menggunakan akal sehat tanpa egoisme

Apakah bisa aku tak percaya

Bingung bimbang penuh kebisuan

Esok aku akan lari dan mencari jalanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s