Apa yang dimiliki Masyarakat Muara Hungi (Lap PKL 26-28 Des 2008)

Desa Muara Hungi berada di Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang beribukota Barabai. Menurut bahasa, Hungi berasal dari bahasa dayak yang berarti “sasak” atau “hibak” (penuh). Dilihat dari komunitasnya dayak Hungi ini memiliki kemiripan dengan dayak Meratus, karena dayak Hungi ini merupakan persebaran dari orang-orang dayak Meratus.

Hasil wawancara kami dengan salah seorang warga Hungi ini, yaitu dengan Bapak Rohansyah dan Ibu Rusmiah dimana beliau menerangkan sebagai berikut :

Penduduk desa Muara Hungi ini memiliki aktivitas bertani ( Ladang Berpindah ) karena berada di daerah pegunungan. Selain itu, masyarakatnya juga memiliki aktivitas berkebun, seperti karet, kacang, pisang, kayu ( sebagai balok ) dan lain-lain. Hasil perkebunan ini, khususnya balokan kayu dijual kedaerah Manta. Sedangkan hasil pertanian seperti padi, lebih banyak disimpan daripada dijual. Sedangkan karet dan pisang bisa dijual kepada penadah.

Penjualan hasil perkebunan ini mengalami hambatan karena jalan yang menghubungkan desa dengan kota mengalami kerusakan. Menurut salah seorang informan, jalan itu dibuat sekitar tahun 2006. Selain jalur darat, jalur air juga digunakan sebagai jalur transfortasi, khususnya untuk membawa balokan kayu ke Manta.

Kepercayaan yang dianut oleh penduduk muara Hungi adalah agama Hindu, tetapi penduduknya tidak meninggalkan adat kebiasaan dari nenek moyang mereka, yakni kepercayaan kaharingan. Agama hindu baru mereka kenal sekitar tahun 2007. Yang dibawa oleh seorang pengamat hindu dari Bali yang bernama Wayan. Secara tidak langsung merupakan singkritisme agama.

Masyarakat Muara Hungi yang berjumlah 36 kepala keluarga ini, mempunyai satu orang pemimpin utama interdesa yakni pembakal (kepala desa). Mereka memiliki kebiasaaan ,engadakan aruh ganal dalam tiga kali setahun, tetapi acara atau aruh ganal yang sakral yaitu setelah panen, karena merwujudan rasa syukur oleh masyarakat Muara Hungi ini. Serta satu kali aruh Balanggatan yang dilaksanakan dalam sepuluh tahun sekali.

Balai merupakan pusat pelaksanaan kegiatan upacara-upacara adat. Selain fungsi tersebut, balai juga berfungsi sebagai tempat musyawarah adat. Kegiatan upacara itu seperti aruh ganal, sipadi balanggatan dan perkawinan.

Hal-hal yang menyebabkan konflik di Desa Muara Hungi ini seperti kedatangan orang lain atau orang luar yang membuka lahan milik mereka untuk parkebunan, dimana orang luar tersebut ingin menguasai hasil produksi dari perkebunan itu. Sedangkan konflik yang terjadi dimasyarakat Muara Hungi ini tidak ada, karena rasa kekeluargaan dari masyarakat ini sangat erat sekali. Walaupun ada konflik yang terjadi itu hanya perbedaan pendapat saja dan itu bisa diselesaikan dengan dan itu bisa diselesaikan dengan musyawarah. Asas kekeluargaan yang dijalankan sangat kental terasa apalagi saat berlangsungnya salah satu upacara-upacara adat yang dijalankan dengan kegotong royongan.

Untuk menjaga kekerabatan dengan daerah luar, khususnya daerah dekat atau tetangga, misalnya dalam upacara adat khususnya yang diselenggarakan setiap setelah panen. Masyarakat menyebarkan undangan keluar daerah untuk menjalin kekerabatan dengan daerah lain.

Konflik yang ada didaerah ini dapat dimanage dengan baik, mengingat kerukunan warganya yang sangat menjunjung kebersamaan. Kalaupun ada, itupun masih dapat diselesaikan dengan cara kekelurgaan. Apabila konflik tersebut melibatkan masyarakat banyak maka pihak yang harus turun tangan adalah orang-orang yang memiliki kekuasaan informal seperti tetuha adat, orang yang sangat dihormati dikalangan warga tersebut (pambakal desa Muara Hungi).

Mengingat tipe masyarakatnya telah terstratifikasi, akibat mata pancaharian penduduk yang berkisar petani dan pekebun yang memanfaatkan tanah sebagai sumber utama pendapatan mereka. Jadi, tanah merupakan faktor pendorong yang dominan warga untuk pemanfaatan yang maksimal. Sehingga dalam masyarakatnya mengenal para tuan-tuan tanah memiliki loyalitas dalam bidang tersebut. Asset pertama yang akan dinilai, yakni dari hal ini, luasnya tanah yang dimiliki oleh seseorang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s